Rabu, 31 Oktober 2012

Portofolio Investasi Menguntungkan

Memahami dan memiliki piramida investasi adalah penting bagi Anda yang ingin memiliki Kebebasan Finansial (Financial Investment). Pada dasarnya piramida keuangan itu adalah sebuah peta sederhana dari perencanaan keuangan Anda. Salah satu tujuan penyusunan piramida keuangan ini adalah untuk mendapatkan penghasilan yang memberikan imbal hasil (return) yang relatif tinggi dan aman.

Dalam hal ini Anda cukup memiliki piramida investasi yang sederhana, yaitu sebuah piramida yang terdiri dari 3 level yang menggambarkan sebuah pertumbuhan sebuah pohon, yaitu:
  1. Berakar ( sebagai gambaran untuk menabung)
  2. Bertumbuh (sebagai gambaran untuk berinvestasi)
  3. Berbuah (sebagai gambaran untuk berbisnis yang lebih spekulatif dan berisiko)
Sama seperti pertumbuhan sebuah pohon, maka menyusun piramida investasi Anda harus ditata secara bertahap mulai dari bawah sampai ke atas.
Piramida keuangan yang diusulkan adalah sebagai berikut:


Level 1- Berakar
Tahap ini merupakan fondasi dari perencanaan keuangan Anda yang sehat dan bisa membawa Anda menuju kebebasan financial yang terproteksi. Beberapa contohnya adalah:
  • Membeli rumah tinggal (secara tunai maupun kredit)
  • Mengasuransikan harta tak bergerak (rumah) maupun bergerak (kendaraan)
  • Menabung yang bunganya untuk menutup biaya tetap termasuk angsuran kredit maupun kewajiban tetap seperti premi asuransi. Simpanan ini harus member imbal hasil yang besarnya di atas tingkat inflasi, seperti menabung di SB Finance yang memberikan bunga 15% per tahun (Info: Dinar 089636616947).
Level 2- Bertumbuh
Tahap ke-2 ini merupakan tahapan dimana Anda bisa membeli Reksadana saham, yang Anda beli pada saat harga saham sedang turun, yang disebabkan oleh adanya gejolak krisis ekonomi yang akan selalu terjadi di dalam ekonomi global ini selalu mencari keseimbangannya. Anda juga bisa berinvestasi di tanaman singkong.

Level 3- Berbuah
Tahap ini dimana hutang Anda sudah turun mendekati nihil, dan Anda memiliki dana yang cukup untuk masuk ke bisnis yang lebih spekulatif. Ingat bahwa piramida keuangan Anda menunjukkan bahwa porsi untuk penempatan di bisnis ini lebih kecil, yaitu sekitar 5 – 10% dari portofolio aset Anda. Di sini Anda boleh membeli emas, masuk ke bisnis real estate sebagai peng bembang kecil-kecilan, atau bermitra dengan orang lain dalam bisnis waralaba. Ingat bahwa sekalipun disebut spekulatif, tetap saja memperhitungkan risiko yang terkendali.

Kesimpulan
Memahami piramida keuangan adalah bagian penting dari perencanaan keuangan. Dengan memiliki rencana keuangan yang solid, Anda akan mampu menghadapi kesulitan keuangan jangka pendek tanpa membahayakan tujuan jangka panjang, yaitu kebebasan finansial.

Minggu, 04 Desember 2011

Yuk Menabung di Koperasi

Kenapa menabung di Koperasi? Karena koperasi lebih memmperhatikan kebutuhan masyarakat kelas bawah yang kalau menabung di bank, hanya untuk membayar biaya administrasi bank saja, sedangkan di koperasi tidak ada biaya administrasi. Selain itu koperasi mau memberikan bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi riel. 

Kenapa harus dibandingkan dengan inflasi riel? Karena penggunaan uang dari keluarga yang hidupnya pas-pasan, hanya untuk membiayai 9 kebutuhan pokok yang kenaikannya setiap tahun selalu jauh di atas tingkat inflasi yang sering diumumkan di bawah double digit.

Lalu kenapa tidak menabung di bank? Ya, karena kalau menabung sebesar Rp.5 juta saja bunganya hanya bisa menutup biaya administrasi bank. Perhitungannya bisa dilihat di http://calvinms.web.id/1670-kerugian-menabung-di-bank.

Kalaupun masyarakat kelas menengah ke bawah misalnya mau menabung atau menempatkan dananya di deposito sebesar Rp.20 juta, paling-paling menerima bunga di bawah Rp.100 ribu per bulannya. Sedangkan untuk jumlah itu, apabila menabung di koperasi, Anda masih bisa menikmati bunga sebesar Rp.200 ribu sampai Rp.300 ribu per bulan. Jumlah ini akan sangat terasa manfaatnya sebagai income yang fixed per bulannya, sehingga bisa menutup anggaran biaya rumah tangga yang harus dikeluarkan seperi listrik atau untuk uang sekolah anak kita.

Dengan perbandingan ini kenapa Anda masih banyak pertimbangan? Mungkin Anda tidak tahu koperasi mana yang baik? Anda dapat menanyakan kepada Admin blog ini, di 0818947133 (call) atau 085287087669 (SMS).

Sabtu, 03 Desember 2011

Dimana Menabung yang Menguntungkan Tapi Aman?

Sebuah artikel menarik yang berjudul "Menabung di Bank itu Rugi" adalah benar. Tulisan itu menjelaskan bahwa menabung di bank untuk jumlah di bawah Rp.5 juta hanya akan melihat bahwa saldonya terus menurun. Penyebabnya adalah bunga simpanan kita lebih kecil dibandingkan biaya tabungan. Itu sebabnya walaupun saya masih menabung di bank, jumlahnya hanyalah untuk berjaga-jaga. Saya juga tidak menabung supaya dapat hadiah, karena setahu saya (maklum pernah kerja di bank), hadiah itu sudah diprogram untuk didapatkan oleh cabang yang ingin dipromosikan saja. Jadi saya lebih banyak menyimpan uang saya di koperasi.

Kenapa harus menabung di koperasi?

Sekurangnya ada 3 alasan. Pertama, ada banyak koperasi yang sehat, jauh lebih sehat dibandingkan BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Kedua, koperasi terus diberdayakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Ketiga, yaitu dengan menggunakan hukum 72 (The Law of 72) kita mendapatkan jangka waktu tercepat untuk dilipat gandakan.

Misalnya Anda menabung Rp.10 juta, maka kapan uang Anda menjadi Rp.20 juta? Caranya yaitu dengan menggunakan angka 72 dan dibagi dengan tingkat bunga simpanan dimana Anda menempatkan bunganya. 

Kalau Anda menabung uang sejumlah itu di bank, maka Anda hanya menerima suku bunga 2% p.a. Jadi untuk bisa menjadi Rp.20 juta (tanpa memperhitungkan biaya simpanan), diperlukan waktu selama 36 tahun (72 : 2). Sementara kalau kita menabung di SB Finance yang saat ini (tahun 2011) bunganya masih 18% p.a. diperlukan waktu 4 tahun (72 : 18) untuk dilipatgandakan menjadi Rp. 20 juta.

Kalau Anda menempatkan dana sebesar Rp.100 juta di bank dengan bunga 6% per tahun, maka dana Anda itu berlipat ganda menjadi Rp.200 juta setelah 12 tahun (72 : 6 = 12). Sebaliknya apabila Anda menempatkan dana tersebut di koperasi yang baik (aman) dengan bunga 18% per tahun, maka dana tersebut akan menjadi Rp.200 juta hanya dalam waktu 4 tahun (72 : 18 = 4).
Untuk mempelajari Simpanan Berjangka Sejahtera Bersama, Anda dapat melihat halaman di atas atau klik di SINI.

Bagi Anda yang ingin melipat gandakan dananya secara lebih cepat dapat mengubungi Roma di 0818938724 atau ibu Dinar di 0896 3661 6947. Anda juga bisa menghubungi saya (Admin) di 085287087669. Jadikan Simpanan berbunga tinggi yang aman ini sebagai salah satu portofolio investasi Anda.

Kamis, 01 September 2011

Kemiskinan dan Kredit Mikro

Jutaan orang termiskin di dunia, yang kebanyakan perempuan, adalah orang yang tidak mampu menyediakan kolateral yang dipersyaratkan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman konvensional dari lembaga keuangan seperti bank. Karena itu mereka biasa mencari pinjaman ke pihak lain seperti rentenir, kacuali ada lembaga penyalur kredit mikro yang berada di lingkungannya dan bersedia memberikan pinjaman mikro itu. Padahal pinjaman yang mereka butuhkan umumnya kurang dari Rp.1.000.000,-. Mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat kewirausahaan yang masih dalam bentuk yang paling murni, yaitu sesuatu yang paling dasar.

Masalahnya pinjaman itu digunakan untuk usaha yang juga kecil dengan margin yang juga tidak terlalu besar, atau yang tidak bisa diperoleh dalam jangka waktu yang relatif singkat, seperti memelihara ternak, menenun kain, atau bertani. Apabila mereka meminjam dari rentenir dengan bunga pinjaman yang relatif tinggi, mereka tidak memiliki keuntungan yang cukup untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis mereka, rumah mereka, dan anak-anak mereka. Tidak jarang mereka malah terlilit hutang yang tidak pernah bisa mereka lunasi, karena keuntungan mereka hanya bisa digunakan untuk membayar bunga pinjaman rentenir yang terkadang "mencekik leher.".

Dalam hal inilah mereka memerlukan pinjaman atau program pembiayaan dengan bunga yang relatif ringan.

Koperasi Lima Roti Dua Ikan mencoba mengekplorasi isu-isu kemiskinan dan memformulasi program pemberian kredit mikro kepada calon penerima berbagai pinjaman mikro, baik di kota-kota besar sampai ke desa-desa di Indonesia. Program kredit mikro ini memang tidak menjamin akan mampu mengurangi atau mengatasi masalah kemiskinan rakyat kecil umumnya, tetapi setidaknya ikut ambil bagian dalam mengatasi persoalan bangsa yang tidak pernah berakhir, yaitu KEMISKINAN.

Untuk itu kami membutuhkan keikutsertaan Anda yang jauh lebih beruntung dibandingkan mereka, yaitu dengan bergabung menjadi investor. Bagi yang memiliki hati dan visi sama silahkan klik Di SINI.



kredit kecil,kredit mikro,kemiskinan

Jumat, 26 Agustus 2011

Menabung di Koperasi Lebih Menguntungkan

Inflasi adalah musuh Anda yang paling berbahaya, khususnya bagi Anda yang berstatus karyawan dengan gaji yang kenaikannya selalu berada di bawah tingkat inflasi resmi. Apalagi bagi para pensiunan yang tidak lagi bekerja karena penghasilan pensiunnya selalu tergerus oleh inflasi.

Kita semua tahu kalau inflasi yang sesungguhnya selalu berada di atas angka inflasi resmi. Buktinya, inflasi resmi yang diumumkan beberapa tahun terakhir ini berada di angka satu digit, sedangkan kenaikan bahan makanan seperti beras dan sayur mayur termasuk cabe, berada di atas dua digit. Bahkan dalam kurun waktu tidak sampai 2 tahun ada yang mengalami kenaikan lebih dari 100%.

Dalam situasi seperti ini, secara hitungan matematis, seorang karyawan dan pensiunan (pengangguran tidak ikut diperhitungkan), akan mengalami penurunan kekayaan atau kesejahteraan. Dan memang, sebagian besar karyawan maupun pensiunan mengalami kondisi yang memprihatinkan.

Hendri Hartopo, seorang pengamat yang menemukan kenyataan adanya karyawan dengan gaji tetap tetapi bisa hidup lebih makmur dibandingkan pengusaha yang memiliki penghasilan jauh lebih besar, menuliskan rahasia tersebut dalam bukunya yang berjudul “Saya Beruntung Menjadi Karyawan.” Menurut dia koperasi bisa menjadi tempat untuk berinvestasi bagi karyawan, baik investasi tidak langsung dalam bentuk simpanan, maupun investasi langsung dalam bentuk modal koperasi.

Ada beberapa keuntungan menjadi anggota koperasi yang bisa menyejahterakan Anda, yaitu koperasi bisa:
1.    Memberi Anda tambahan income, khususnya SHU (sisa hasil usaha / deviden)
2.    Memberi harga kebutuhan pokok yang lebih murah
3.    Membebaskan Anda dari lilitan utang
4.    Memberikan Anda tingkat bunga simpanan (bagi hasil) yang lebih besar
5.  Menjadi tempat bertukar pikiran dalam mencari ide pengembangan diri dan tempat untuk mensinergikan segala sumber daya yang dimiliki anggota
6.    Menjadi pasar bagi anggota yang memiliki produk

Khusus untuk butir 4 mengenai bunga simpanan atau bagi hasil yang lebih besar, dapat dijelaskan seperti berikut. Apabila Anda menabung di bank dengan dana yang relatif kecil, maka bunga yang Anda hasilkan jauh lebih kecil dibandingkan biaya administrasi. Alhasil, uang Anda akan terus digerogoti dan habis hanya karena biaya administrasi. Sebagai contoh tabungan saya  yang kebetulan tidak aktif di sebuah bank untuk 3 bulan terakhir menunjukkan angka sebagai berikut:

Bulan
Saldo Awal
Bunga
Biaya Adm
Saldo Akhir
Juni 2011
1.729.016
2.937
10.000
1.721.953
Juli 2011
1.721.953
2.830
10.000
1.714.783
Agustus 2011
1.714.783
2.913
10.000
1.707.696

Dari angka-angka di atas, kita bisa mengetahui bahwa bunga yang berlaku untuk simpanan mikro, hanyalah 2% per tahun atau 0.17% per bulan.

Sebaliknya, jika Anda menabung di koperasi (dalam hal ini Koperasi Lima Roti Dua Ikan, dengan batas minimum Rp.5 juta), Anda bisa mendapatkan bunga 12% per tahun atau 1% per bulan.

Tetapi ada program simpanan yang jauh lebih menarik, yang diberi nama Program Simpanan Sejahtera. Dengan sistem ASA (anggota sponsor anggota), maka Anda akan mendapatkan komisi apabila bisa membawa anggota baru, yaitu Rp.15.000 per orang. Disamping itu akan mendapatkan Bonus Level antara Rp.5.000 s/d Rp.10.000 apabila setiap orang yang Anda sponsori juga mengajak orang lain bergabung.

Selain itu Anda akan menerima penghasilan per bulan yang jauh di atas perhitungan bunga bank di atas. Bukan saja saldo Anda tidak akan berkurang, malah akan bertambah dengan Bonus Bulanan yang potensinya bisa sangat besar jumlahnya. Pelajari konsep dan perhitungannya dengan meng-klik DISINI.

Untuk Anda yang hanya mau menabung saja, dan tidak menjalankan program ASA, Anda akan menikmati bagi hasil yang jauh di atas bunga bank disertai SHU yang besar kecilnya akan tergantung kepada laba koperasi.

Berikut adalah perhitungan bagi yang mau mendaftar di Program Simpanan Sejahtera:


Dengan saldo simpanan yang lebih kecil, yaitu hanya Rp.900.000.-, imbal hasil yang diterima jauh lebih besar (6,13% per tahun) dibandingkan bunga bank dengan saldo yang lebih besar Rp.1.729.016,- (2% per tahun).

Apabila Anda ingin mengubah nasib Anda, bertindaklah bijaksana, dan putuskan untuk bergabung di Program Simpanan Sejahtera sekarang juga di SINI.

Minggu, 21 Maret 2010

Mencari Penghasilan Tambahan di Saat Biaya Hidup Terus Meningkat

Setelah krisis global berakhir, maka Negara-negara yang tadinya terpuruk akan memulai kembali pertumbuhan ekonominya. Tren pertumbuhan ini akan diikuti dengan meningkatnya inflasi. Dalam kondisi dimana harga-harga akan dan terus merayap naik, tidak ada jalan lain (tentunya setelah Anda sudah sangat berhemat) kecuali meningkatkan income dan melakukan penghematan.

Pertanyaannya, apakah untuk menambah penghasilan itu Anda harus menambah jam kerja lembur? Atau mencari pekerjaan atau bisnis sampingan? Apakah Anda harus mengorbankan kesehatan Anda atau waktu bersama keluarga untuk mencari uang dengan cara-cara di atas?

Antisipasi ini harus juga menjadi perhatian dari Anda yang saat ini sedang bekerja dan memiliki income yang lumayan besar, jauh diatas biaya hidup normal. Karena, setiap saat kondisi Anda bisa berubah. Misalnya, gempa bumi dengan skala 8,8 Richter menggoyang Jakarta, atau kota Anda, lalu gedung kantor dimana Anda bekerja ambruk berikut semua bisnisnya. Jangan lupa kalau gempa dengan skala yang disebut rekor tersebut bisa terjadi di Chile, maka itupun bisa terjadi di Jakarta atau bagian lain Indonesia.

Bagaimana dengan orang yang tidak memiliki pekerjaan, misalnya karena sudah memasuki usia pensiun dan tidak ada lagi yang mau memanfaatkan tenaga dan waktunya, atau anak-anak muda yang terpaksa menganggur hanya karena kesempatan kerja yang sempit

Lalu, pertanyaannya adakah sumber income yang bisa dikerjakan oleh semua orang, tanpa mempersyaratkan pendidikan, usia, ras dan tanpa harus menggunakan modal besar atau tenaga dan waktu yang banyak?

Salah satu rahasia menjadi kaya, adalah membangun penghasilan dengan perlahan alias “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Ada banyak usahawan yang menjadi kaya di bisnis pulsa, yang hanya menangguk untung ratusan rupiah saja. Atau di bisnis Internet dengan affiliate marketing-nya atau PPC (pay per click) yang hanya mendapat beberapa sen dollar atau beberapa dollar saja.

Yang menjadi masalah, orang Asia, termasuk Indonesia lebih menyukai membangun kekayaan dengan cepat. Menurut pengalaman, hanya dengan menikah dengan orang kaya, melakukan korupsi, menang lotere, atau menemukan harta karun saja yang dapat membuat Anda kaya dengan cepat. Cara-cara ini memiliki risikonya sendiri.

Ada cara menjadi kaya dengan pasti, walaupun konsepnya didasarkan pada membangun kekayaan secara perlahan, yaitu dengan memanfaatkan leverage (pengungkit). Archimedes, ahli ilmu alam itu pernah berkata: “beri saya pengungkit yang panjang dan pijakan yang kuat, maka aku akan sanggup mengungkit bumi ini.”
Pada dasarnya prinsip leverage adalah menghasilkan banyak dengan pengorbanan sedikit, bahkan bisa tanpa korban apapun.

Prinsip Leverage

Kebanyakan orang gagal untuk menjadi kaya karena mereka gagal untuk menggunakan atau memanfaatkan prinsip leverage. Jika Anda ingin menjadi kaya maka Anda perlu belajar bagaimana untuk menjadi kaya dengan menggunakan atau menjalankan bisnis yang menerapkan prinsip leverage. Ketika bisnis MLM menerapkan prinsip leverage, maka banyak orang "mencap" semua bisnis yang mengadopsi prinsip ini sebagai juga bisnis MLM. Akibatnya mereka yang tidak menyukai MLM juga menjauhi bisnis berbasis prinsip leverage atau pengungkit ini.

Ada beberapa cara me-leverage penghasilan yang besar dengan modal kecil:
1. Menggunakan uang orang lain
Anda bisa menghasilkan uang dengan uang Anda sendiri. Tetapi Anda juga bisa menghasilkan uang dengan menggunakan uang orang lain. Dalam hal ini Anda harus memiliki ide dan akses (networking) yang orang lain (khususnya pemodal) tidak memilikinya.

2. Menggunakan waktu orang lain
Konsep ini yang digunakan oleh para pengusaha yang menggaji orang lain untuk menjalankan bisnisnya. Itu sebabnya banyak perusahaan di luar MLM yang juga menggunakan konsep MGM (member get member). Orang seperti Paul Getty pun, industrialis berkebangsaan Amerika, bisa mengatakan: “Lebih baik mendapat keuntungan $1 dari 1000 orang yang bekerja pada saya, ketimbang mendapatkan keuntungan $1.000 dari 1 orang.

3. Menggunakan teknologi
Dengan perkembangan teknologi komputer dan internet, hampir semua orang bisa menjadi kaya tanpa memerlukan banyak uang sebagai modal. Teknologi akan bekerja 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu, tanpa Anda harus membayar uang lemburnya.

Tulisan ini lebih menganjurkan Anda untuk memanfaatkan teknologi untuk menjadi kaya. Saya sendiri memanfaatkan teknologi ini untuk membangun income di http://www.koperasi52.com/?id=2009117. Tentu saja Anda bisa ikut bersama-sama saya untuk membangun penghasilan tambahan di situ.

Jadi jika Anda ingin menjadi kaya maka Anda perlu untuk mulai belajar bagaimana menguasai seni leverage. Semakin baik Anda dapat menggunakan leverage dari ke-3 hal yang disebutkan di atas, maka semakin cepat pula Anda bisa menjadi kaya. Dan itu hanya membutuhkan modal yang relatif kecil.

Bergabunglah dengan yang lain untuk belajar bagaimana menjadi kaya TANPA mengorbankan banyak uang. Anda dapat belajar bagaimana untuk menjadi kaya tanpa ada biaya untuk pelatihan. Kunjungi website saya di http://www.tunjuk.in/pekerjaan dan mendaftar untuk memulai bisnis Anda hari ini juga. Setiap orang yang JOIN akan memiliki potensi menghasilkan income yang sangat besar per bulannya.

Sedangkan untuk menghemat, pelajari di http://petani-kota.blogspot.com/

Jadi segeralah mendaftar dengan nama dan alamat email dan mulai belajar bagaimana Anda bisa menjadi kaya bersama-sama.

Robert Tampubolon

Catatan: Buku karangan saya yang ada hubungannya dengan tulisan ini ternyata dijual juga oleh Amazon. Kalau tertarik Anda bisa juga membelinya di Toko Buku Gramedia (tentunya selama persediaan masih ada).

Kamis, 11 Maret 2010

Ajar Anak Anda Menabung Sejak Dini

Semua orang, termasuk anak-anak, tahu apa itu menabung dan apa manfaatnya untuk memiliki kebebasan financial di usia pensiun. Tetapi nyatanya hampir setiap orang, termasuk orang tua, harus didisiplin untuk belajar mempraktekkan hal menabung ini.

Menabung adalah sebuah kebiasaan. Terbukti seseorang akan mampu menabung apabila sudah terbiasa menabung sejak muda atau masih kecil. Oleh karena itu ajarlah anak-anak Anda untuk membiasakan diri menabung sejak dini.

Sekurangnya ada 4 hal yang perlu diajarkan, yaitu: